Tampilkan postingan dengan label investment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label investment. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 September 2010

Sedikit Bocoran Investasi Emas Cerdas Ala Kebun Emas

Banyak yang mengira sistem investasi berkebun emas adalah jaminan yang dijaminkan ulang, dan dijaminkan lagi, lalu dijaminkan lagi begitu seterusnya. Yang benar bukan demikian, bahkan kita memperbanyak barang jaminan jadi apabila terjadi kredit macet bank akan dengan mudah memperoleh ganti rugi dari jaminan berupa emas yang kita berikan karena nilai emas sangat likuid. Pernyataan pernyataan dari penulis mengenai persetujuan bank:
“Jangan khawatir dengan Bank, karena dengan konsep ini sama sekali tidak ada yang dirugikan. Saya sudah bicara dengan beberapa kepala cabang bank bahkan dengan Direktur salah satu Bank Syariah, mereka sangat antusias… karena ini merubah paradigma lama, bahwa kalau gadai itu lagi butuh uang, ini gadai menjadi pola investasi. Buat Bank ini merupakan peluang besar karena bisa meningkatkan omset penjualan produk gadainya… saya bahkan mau di Sponsori oleh salah satu Bank Syariah… Funtastic sekali pak…”

Mengenai sistem gadai cerdas menurut pemahaman saya bisa dijelaskan sebagai berikut:
Kita gunakan asumsi sebagai berikut:
- invest rutin 25 gram:
- harga emas 25 gram = 9 jt
- anda punya tambahan uang 3.75jt
- nilai gadai 80% dari harga taksir
- harga taksir bank 300rb/gram
- biaya penitipan 2500/gram/bulan

Nilai taksir dan kondisi aktual di bank mungkin berbeda, yang terbaik adalah:
- nilai gadai tinggi
- biaya rendah
- waktu singkat

\Mari kita mulai.
Beli emas batangan 25 gram, gadaikan anda dapat dana segar 6 jt.
300rb x 80% = 240rb x 25gram = 6jt
setor biaya titipan 1 tahun, 2500x25x12 bulan=750rb

Posisi investasi anda menjadi:
1. 25 gram -> 6jt, tambah 3 jt dana segar = 9jt -> beli emas lagi | 750rb -> biaya titip
2. 25 gram

Kalau sudah ada dana tambahan 3.75 jt ulangi langkah diatas lagi, begitu seterusnya sesuai kebutuhan. Kalau sudah lima kali maka posisi menjadi:

1. 25 gram -> 6jt, tambah 3 jt dana segar = 9jt -> beli emas lagi | 750rb -> biaya titip

2. 25 gram -> 6jt, tambah 3 jt dana segar = 9jt -> beli emas lagi | 750rb -> biaya titip

3. 25 gram -> 6jt, tambah 3 jt dana segar = 9jt -> beli emas lagi | 750rb -> biaya titip

4. 25 gram -> 6jt, tambah 3 jt dana segar = 9jt -> beli emas lagi | 750rb -> biaya titip

5. 25 gram (disimpan)

 

Perhatikan biaya pembelian emas ke-2 dst, 2/3 modal adalah dari bank.
Setelah waktu berlalu, harga naik 30 persen, jadi emas batangan 25 gram sekarang nilainya 12jt, ayo kita panen, langkahnya cukup dibalik saja yaitu:
Jual emas nomor 5, maka anda mendapatkan dana segar 12 jt, dana segar ini kita pakai untuk menebus 2 emas lainnya. Ulangi sampai semua emas ditebus, dan jual semuanya.

Maka posisinya:
penjualan emas 5 x 12 jt = 60 jt
tebus gadai 4 x 6 jt     = 24 jt
sisa                     = 36 jt ——> sub total 1

Berapa modal anda?
1. beli emas pertama          =  9 jt
2. beli emas ke 2-5 = 3jt x 4 = 12 jt
3. biaya titip 750rb x 4      =  3 jt
total modal                   = 24 jt ——> sub total 2

Keuntungan anda:
-=[{sub total 1 - sub total 2 = 36 jt - 24 jt = 12 jt}]=-

Perbandingan keuntungan metode biasa vs metode cerdas dg modal awal 24 jt:
Modal 24jt belikan emas sewaktu harga batangan 25 gram = 9jt, maka per gram berarti 360rb.
24 jt : 360 rb dapat emas 66.66 gram

Ketika harga naik 30% kita jual menjadi rp 468 ribu/gram:
66.66 * 468 ribu = 31,196,880 dikurangi modal 24 jt
-={untung           = 7,196,880}=-

Bandingkan dengan sistem cerdas, kuntungan hampir 2 kali lipat.
Kalau harga naik 30% kurang dari satu tahun maka keuntungan lebih banyak lagi karena biaya jasa titip menjadi lebih rendah.
Penjelasan di ebook lebih lengkap dan terperinci disertai juga dengan gambar ilustrasi dan masih ada beberapa tips menarik lainnya. Materi akan diupdate sesuai perkembangan di lapangan.

Kamis, 13 Mei 2010

Perilaku US $ Terhadap Emas....





Sudah tiga hari ini emas dunia cenderung menurun, tentu saya dapat banyak pertanyaan mengenai hal ini. Sebagian bisa saya jawab, sebagaian yang lainnya tidak – ini manusiawi. 



Jawaban umum saya adalah harga emas dunia dalam US$ turun karena US$-nya yang lagi perkasa. Kalau US$ lagi bernilai tinggi tentu barang-barang yang dihargai dengan US$ kelihatannya rendah.


Lantas bagaimana mengetahu kalau US$ lagi tinggi atau lagi rendah ?, para ahli ekonomi dari New York Board of Trade (NYBOT) mengenalkn apa yang disebut US$ Index. US$ Index ini memantau nilai US$ relatif terhadap sekelompok mata uang kuat dunia lainnya.


Saat ini yang dipakai sebagai pembanding adalah Euro (57.6%); Yen (13.6%), Pound Sterling (11.9%), Canadian $ (9.1%), Sweden Krona (4.2%) dan Swish Franc (3.6%).


Gerakan berlawanan arah antara US$ Index terhadap emas ini akan lebih mudah diikuti dari grafik-grafik yang saya sajikan di tulisan ini. Baik dalam jangka bulanan, tahunan maupun data 8 tahun terakhir. Nampak jelas bahwa hampir setiap saat US$ naik harga emas dunia turun, dan sebaliknya US$ Index turun setiap saat harga emas naik.


Dari tiga grafik yang saya sajikan kita juga bisa melihat lebih jelas bahwa penurunan harga emas (atau naiknya US$ Index) yang terjadi hari-hari atau bulan -bulan ini berlawanan dengan trend yang lebih panjang yaitu setahun atau bahkan delapan tahun terakhir. Artinya kalau kita berinvestasi untuk jangka menengah dan panjang - trend jangka panjang inilah yang menjadi fokus kita, bukan harga sesaat seperti sekarang ini.


Karena sifatnya yang berlawanan arah dengan US$ inilah maka selalu ada upaya-upaya pihak tertentu untuk menekan harga emas – supaya US$nya kelihatan baik. Bahkan karena diduga berupaya menekan harga emas secara tidak adil ini pemerintah Amerika Serikat pernah diajukan ke meja hijau oleh warganya sendiri yaitu oleh para aktifis GATA (Gold Anti Trust Action Committee).


Sampai saat ini mereka masih terus mengungkap berbagai kecurangan yang terjadi dalam pengendalian harga emas dunia yang dilakukan oleh pemerintah dan lembaga-lembaga internasional lainnya. Bagi yang tertarik mengikuti pemikiran mereka dan apa yang mereka lakukan dapat mengunjungi situs mereka langsung karena terlalu panjang apabila saya ceritakan disini.


Jadi upaya mengingatkan masyarakat akan ketidak adilan uang kertas (atau uang lain yang bernilai rendah) selain selalu dilakukan oleh ulama-ulama Islam sejak berabad silam seperti yang dilakukan Imam Ghazali 900 tahun lalu; sekarang juga dilakukan oleh para ekonom yang berpikiran jernih – dari alangan non-muslim sekalipun.


Di antara mereka ini bahkan ada yang sudah menganjurkan masyarakat barat untuk menggunakan Emas dan Perak sebagai parasut karena helicopter-nya paman Ben Bernanke (the Fed Chairman) sedang oleng. Tulisan lengkapnya dapat dibaca di situs mereka www.321gold.com . Wallahu A'lam.


Disclaimer : 


Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.



sumber: gerai dinar

Jumat, 26 Februari 2010

Dinar dan Teknologi, Dimana Peluangnya ?

Dalam waktu dekat, ketika Dinar dan Dirham mulai dikenal secara luas Insyaallah, kelompok-kelompok pengguna Dinar dapat meningkatkan lebih lanjut kegiatan tolong-menolongnya dalam bentuk untuk saling bertransaksi menggunakan Dinar dan Dirham. Transaksi yang masih bersifat internal (jamaah atau Club) ini dapat meliputi kegiatan investasi, perdagangan maupun konsumsi.


Untuk tahap ini ada beberapa contoh yang bisa digunakan. Pertama adalah apa yang sudah dilakukan oleh E-Dinar , yaitu perusahaan yang bermarkas di Dubai. Dengan teknologi yang berbasis web, perusahaan ini sudah bisa memfasilitasi transaksi di internet antara pemegang account E-Dinar dengan pedagang atau penjual jasa yang juga sudah melayani pembayaran dengan menggunakan E-Dinar . Hanya karena teknologi web ini di Indonesia belum terlalu praktis untuk keperluan sehari- hari maka penggunaan E-Dinar di Indonesia masih sangat terbatas.

Senin, 08 Februari 2010

Cara Daftar Affiliate Account di Clickbank.com

Clickbank.com merupakan salah satu toko online terbesar didunia. selain menawarkan space bagi para vendor (produsen), clickbank.com juga menawarkan program affiliasi kepada para netter diseluruh dunia.

Program Affiliasi adalah suatu program dimana seorang affliate marketer akan mendapatkan bayaran apabila ada orang yang membeli produk melalui link (atas rekomendasi) si affliate marketer tersebut.

Kabar Gembira, Sudah Dibuka Clickbank Indonesia, sehingga internet marketer dari Indonesia sudah tidak butuh virtual office lagi, untuk daftar klikbank tidak perlu lewat negara lain agar bisa diterima oleh clickbank.com. Akhirnya Indonesia semakin diperhitungkan oleh dunia. Para Afiliasi saat ini akan menikmati layanan affilate terbesar yang selama ini hanya mimpi jika ingin mendaftar dari Indonesia.

Sabtu, 06 Februari 2010

Investasi emas 2

Pada saat ini terdapat banyak sekali "sarana" yang bisa di gunakan untuk berinvestasi di emas. Mulai dari gold coins sampai dengan struktur produk finansial yg sangat komplek spt ETG (Exchange Trade Gold) tergantung pada kebutuhan masing-masing individu (baca:Investor).

1. Koin & Batangan dalam bentuk kecil

2. Exchange-traded gold
- Gold-backed securities
Merupakan investasi emas yang ditransaksikan di bursa saham dengan ticker code tertentu*. Gold Back Securites ini ditransaksikan di beberapa bursa saham dunia seperti Australia, Perancis, Mexico, Singapura, Afrika Selatan, Swiss, Turki, Inggris, Amerika. Gold-backed securities ini di harapkan dapat memberikan hasil dari investasi setara dengan kinerja emas. Tidak seperti derivatives kontrak Gold-backed securities ini 100 % murni di back up oleh emas fisik. Gold-backed securities biasa dikenal dengan sebutan "Exchange Trade Gold" mekanisme transaksi Exchange Trade Gold ini tidak ada beda nya dengan transaksi saham pada umumnya, dimana investor di haruskan untuk membuka rekening terlebih dahulu di salah satu perusahaan yang terdaftar sebagai anggota bursa yang memiliki produk Exchange Trade Gold sebelum melakukan transaksi.

Futures and Options

Kamis, 04 Februari 2010

Investasi Emas 1

Tahukah Anda ada banyak aneka pilihan investasi dalam emas yang tersedia sekarang ini? Anda bisa berinvestasi dalam emas bukan hanya dalam bentuk emas perhiasan dan juga emas batangan saja (bentuk investasi dalam emas yang paling banyak dikenal saat ini) tapi bisa juga Anda investasi emas dalam bentuk yang lainnya.

Selain Anda bisa investasi emas dalam bentuk fisik (memiliki bentuk fisik seperti emas perhiasan, emas bantagan, koin emas, dll), Anda juga bisa berinvestasi pada paper aset seperti membeli saham perusahaan pertambangan emas maupun produk derivatif seperti membeli kontrak emas di bursa berjangka.

Mari kita bahas satu persatu seputar macam-macam investasi emas:

1. Emas Perhiasan

Bila tujuan Anda berinvestasi emas adalah untuk keuntungan jangka pendek, biasanya akan sulit mendapatkan keuntungan kalau Anda investasi dalam bentuk emas perhiasan. Ini dikarenakan sewaktu Anda datang ke toko emas dan membeli emas perhiasan, Anda harus membayar harga emas perhiasan yang dibeli ditambah ongkos pembuatannya.

Dan nanti ketika suatu saat Anda mau menjualnya kembali, maka toko emas tidak akan mau membayar ongkos pembuatan dari perhiasan emas tersebut. Toko emas hanya akan membayar harga emasnya saja. Dan tidak semua toko emas mau menerima atau membeli emas perhiasan Anda. Beberapa toko emas kadang-kadang menolak pembelian emas perhiasan dari masyarakat. Penyebabnya bisa bermacam-macam, yang salah satunya adalah karena mereka takut kalau-kalau emas perhiasan itu tidak laku untuk dijual lagi karena model sudah ketinggalan jaman. Jadi kalaupun mereka membelinya lagi, mereka harus melebur emas tersebut. Atau bisa juga toko emas tidak mau membeli emas perhiasan pada saat itu dikarenakan harga emas sedang berfluktuasi naik turun dan mereka tidak mau membeli diharga tinggi. Jadi kemungkinan emas perhiasan Anda dihargai harganya lebih rendah dibandingkan harga emas pada saat Anda mau menjualnya.

2. Emas Batangan

Investasi emas yang terbaik adalah investasi emas dalam bentuk batangan (emas batangan). Emas ini cukup baik bila dijadikan sarana investasi, dan siapapun tak menyangkal bahwa emas batangan berbeda dengan emas perhiasan. Emas batangan lebih mudah untuk dijual kembali. Selain itu, emas batangan tidak meminta ongkos pembuatan seperti halnya emas perhiasan. Karena itu, bila Anda ingin melakukan investasi emas, maka tak ada salahnya Anda mempertimbangkan investasi dalam bentuk emas batangan.

3. Koin Emas

Koin Emas ONH (ongkos naik haji). Maksudnya, dari koin emas ini diharapkan bisa sebagai alternatif investasi bagi mereka yang ingin menabung untuk mempersiapkan biaya ibadah Haji.

Penamaan ONH ini sebetulnya hanya taktik pemasaran saja. Kenyataannya, walau namanya Koin Emas ONH, tetapi investasi ini sama saja dengan investasi emas lainnya karena harga emasnya sama saja. Harganya sama dengan harga emas yang mengikuti harga mata uang asing (dolar AS), dan aman terhadap inflasi. Artinya, orang yang tidak beragama Islam sekalipun bisa berinvestasi dalam Koin Emas ONH ini karena sebetulnya investasi ini sama saja dengan investasi emas lainnya. Bahkan, penamaan ONH pada Koin Emas tersebut sebetulnya akan sangat menguntungkan pemegangnya, karena emas tersebut akan lebih memiliki positioning yang lebih baik dalam pemasarannya.

4. Sertifikat Emas

Sertifikat emas adalah selembar kertas yang menjadi bukti kepemilikan atas emas yang tersimpan pada bank di suatu negara. Pemilik sertifikat emas ini hanya memegang satu lembar kertas saja yang hanya dapat diuangkan pada bank tersebut. Prinsip dari sertifikat emas ini merupakan alternatif investasi yang cukup menguntungkan karena pemiliknya tidak mengeluarkan biaya penyimpanan emas. Berbeda halnya bila membeli emas dalam bentuk fisik, yang memerlukan biaya untuk penyimpanannya seperti menyimpan emas di safe deposit box.

5. Saham Pertambangan Emas

Anda bisa juga membeli saham perusahaan pertambangan emas sebagai alternatif Anda berinvestasi emas. Dalam keadaan pasar emas yang sedang naik atau bullish, saham-saham biasanya bergerak lebih cepat daripada harga emas fisik itu sendiri. Yang berarti ketika harga emas menanjak, maka harga sama-saham perusahaan pertambangan emas juga melompat lebih tinggi. Tapi untuk investasi emas dengan membeli saham perusahaan pertambangan emas ini, Anda harus hati-hati juga dan belajar investasi seputar saham terlebih dahulu, karena Anda berinvestasi dalam saham perusahaan pertambangan emas. Perusahaan pertambangan emas yang sahamnya dijual di pasar modal saat ini yaitu PT.Antam TBk dengan kode saham ANTM.

6. Kontrak Emas Berjangka

Di BBJ saat ini ada kontrak emas, 1 lot adalah 1 kilogram, emasnya adalah emas logam mulia yang kemurniannya 99,99%, kita dapat berdagang fisiknya tapi juga bisa berdagang berjangka. Tentunya Anda perlu belajar lebih lanjut untuk investasi emas dalam kontrak emas di Bursa Berjangka ini.


Hal-hal diatas merupakan macam-macam investasi dalam emas yang bisa Anda pilih dan lakukanm terutama di Indonesia. Tentunya yang termudah sebagai masyarakat umum adalah investasi emas batangan dan juga emas perhiasan. Dan bila tujuan investasi Anda dalam emas adalah untuk invest, lebih baik pilih emas batangan. Anda bisa invest di emas perhiasan, bila Anda suka membeli emas perhiasan untuk dipakai.

Selamat berinvestasi emas!

Selasa, 26 Januari 2010

Perbandingan risiko didalam berinvestasi

1. Investasi didalam Business

laba : high
risiko : high
modal : high

Business Invest Tool

2. Investasi Saham atau Stock market

laba : high
risiko : high
modal : low

Contoh Investasi dalam StockL BEJ dll.


3. Investasi dengan Internet.

laba : high
risiko : low
modal : low

Contoh Internet Marketing, online business dll.

4. Invest Tool property.

laba : high
risiko : low
modal : high

Contoh jual beli rumah.

Jadi dimana kita investasi selain tergantung pada kemampuan kita juga kebranian kita menanggung risiko. Dari perbandingan diatas online termasuk yg paling menguntungkan.

The 20 Golden Rules of Investment

Investing your own money is a complicated and potentially dangerous business. One slip in the tricky world of stocks and shares can prove very costly. So Times Money offers a guide on how to survive and profit in the investment jungle.

1) Buy low; sell high.

2) Don’t chase performance. If you like a stock or fund, buy on the dips.

3) Run your winners. In other words let your profts roll up and don't be in too much of a hurry to kiss goodbye to your best-performing investments.

4) Cut your losses before they become excessive.

5) Never get too attached to a share or a fund. As the late Sir John Harvey Jones once said: “You sometimes have to kill your favourite children.”

6) In general, think long-term. As Warren Buffett, the great US investor once said: “Never buy a stock unless you would be happy with it if the stock exchange closed down for the next 10 years.”

7) But don’t let that stop you reviewing your portfolio regularly. You need to check that your portfolio is properly balanced.

8) Reinvest your dividends. The power of compounding your reinvested share or fund dividends makes a massive difference to your overall return.

9) Don’t put all your eggs in one basket. If you had had all your money in tech stocks in March 2000 you would probably have had about 90 per cent of the value of your portfolio wiped out over the next couple of years.

10) Although it makes sense to hold shares for the long term you don’t necessarily want to hold them forever. In the end shares are for buying and selling not for buying and forgetting about.

11) To that end make sure you spend as much time thinking about selling shares as you do about buying them. Most investors neglect this vital discipline.

12) Make sensible use of tax-privileged investment vehicles such as pensions and Individual Savings Accounts (Isas) but never let the tax tail wag the investment dog.

13) If you don’t understand how a particular investment works it’s probably not a good idea to put money into it.

14) Don’t be afraid to ask the ‘what if’ question. In the late 1990s many investors bought supposedly ‘low risk’ savings products linked to the performance of the stock market. Few asked what would happen if the stock market fell off a cliff, as it did from 2000 onwards, slashing the value of the so-called ‘precipice bonds’.

15) Be flexible and don’t back yourself into a corner. If you bought a stock for 500p and it’s now languising at 50p, don’t stubbornly hold on to it indefinitely in the misguided belief that it’s bound to recover to 500p - it may never do so.

16) Don’t be afraid to go against the crowd - some of the most successful investors have been contrarian investors.

17) Never be influenced by ‘special offers’ such as the discounts sometimes advertised by fund groups for purchasing funds within a specific time. It’s much better to buy the right fund than to get a few pounds knocked off the purchase price of the wrong fund.

18) Ignore all stock market ‘tips’, whether offered in the workplace or at the nineteenth hole of the local golf course. Remember the old stock market adage that “where there’s a tip there’s a tap”.

19) Never get too carried away by investment euphoria, whether for stocks and shares or bricks and mortar - nothing goes up for ever.

20) Remember that if something looks too good to be true - it probably is.